Minggu, 01 Januari 2012
HARGA DIRI....
Bingcara mangsalah Harga Diri......
Terkadang kita begitu menyanjung diri kita sendiri dengan yg namanya Harga diri....
Bagaimana, apa dan seberapakah Harga diri kita itu....?
Harga Diri adalah suatu upaya bagi diri sendiri untuk orang agar tidak meremehkan atao menyepelekan diri kita....
Setiap manusia itu berhak untuk memiliki yg namanya harga diri, sebab
hal ini sebagai suatu kehormatan diri dan sebagai atmosfir diri...
Lantas....seberapakan dalam kita mematok harga pada diri kita...apakah
dengan bergelimpangnya harta...ataukah pula dengan berpenampilan yg
spektakuler, modis, dan modern.......??
Ternyata bukan itu semua yg membuat diri kita itu terhormat atau di ajeni di mangsyarakat.......
Orang di Ajeni..di hormati dan ada wibawanya itu bukan dari segi materi
atau perhiasan diri....justru utk membuat diri kita dihormati itu dari
perbuatan, tindak tanduk, kelakuan dan kepribadian kita....
Liat saja si Karto Ndablegh yang Anggota DPR..tapi kelakuane
Badheg.....main korupsi..main judi, main mesum dan sebagainya......dari
segi jabatan dia terhormat...tetapi dari segi pribadi....harga diri si
Karto Ndableg...jauh lebih buruk dengan Kang Amat yg cuman tukang becak
tapi juru Dakwah dan pengurus masjid..
Liat saja si Dyah Ayu
Nyahnyohwati yang kalo pakek gelang sak renteng sampe sikut, pakek
kalung dengan bandul permata sak kepelan sampek jalannya mbungkuk
kabotan bandul.....yang kerja'anya keluar malem pulang pagi..di
discotik2, cafe2, terima boking bos-bos, ngumbar dalan bayek,..dan
rentenir amatir mbunga-mbungake duwet......dari segi harta benda dia
disanjung, tapi di mangsyarakat..tentu saja semua orang berpikiran
miring dan negativ atas apa yg dia lakoni....ternyata Harga dirinya di
mangsyarakat jauh lebih bururk dengan si Neneng yg cuman seorang Babu,
pembantu tapi ngibadahnya luar biasa, suka shodaqoh, guru ngaji, dan
ketua majelis pengajian di kampungnya.....
Yang dapat mematok
Harga diri kita itu adalah orang lain....bukan diri kita
sendiri.....ketika kita mematok Tarif Harga diri kita terlalu tinggi dan
tidak sepadan dengan tngkah laku dan perbuatan..maka Harga diri kita
akan semakin anjlog tak berarti dan sangatlah dekat dengan yg dikatakan
sombong.....
Namun manakala kita wajar dalam memperlakukan harga
diri kita dan tetap melakukan kebaikan-kebaikan dengan perbuatan yg
patut dipuji...maka, tak usah pasang Tarif,,,mangsyakatat atao orang
lain akan memberikan tarif tinggi pada kita.......
Sekelumit catetan dari Dapur Gubug Pitutur.....smoga bermangpa'at.....
GANTI TAON
Dari
dulu,,pergantian Tahun Masehi itu bagi simbah ndak ada yg
berarti...biasa...cuma nglanjutin angka saja semingsal 2011 mundak dadi
2012...dseteruse......
Gegap gempita...pesta slompret..pesta kembang
api....dan mungkin juga ada nyg ngadain pesta Mabuk..bahkan juga
mungkin ada pesta ngSex...dan lain-lain... sungguh2 di luar ajaran
Islam.....dan malahan itu jadi ajang pestanya Setan Keparat yang dengen
bebas leluasa memperdaya manusia sekehendak hatinynya....lak yo
to...bagi yg kaum muda, yg pacaran...utk memberi kenangan di akhir tahun
buat pasangannya main sosor-sosoran sak kemenge...dari sosor2an tadi
pasti berlanjut dngan ke tahap klimax...yg bikin mereka lupa
diri.....hla..apa yg model2 kayak gitu itu bukan tabiat setan...?
Para Iblis, Setan belang kadal kurap... siap menyambut manusia2 model begitu......dengan bertumpuk2 stok nafsu yg menjadikan manusia itu keblinger....
Coba kita bandingken dengan pergantian tahun Hijriah.....sungguh kuwalikan grebyah..
Liat saja....malem pergantian tahun Hijriah....suasananya lebih
redup...lebih adem....banyak do'a bertebaran.....dari do'a keselamatan
sampai do'a mohon petunjuk-Nya agar tahun yg akan berjalan nanti lebih
nyaman dan jauh dari bencana....Semua yg beriman saling merenungi
dirinya sendiri...apa yg telah diperbuat dan apa yg akan diperbuat....
Merenungi dan menghayati hakekat manusia yg berumur pendek dan semakin
mendekati apa yg namanya Kiamat yg bakal terjadi dan pasti
terjadi....Instropeksi religi begitu kental saat itu.......
Masjid2....Alim ulama...kyai2...majelis2 taklim saling mengumandangkan
Do'a-do'a kebaikan.....Alampun seakan larut dalam suasana..
Dan saat
seperti itupun Para Iblis setan belang kadal kurap...juga andil di
dalamnya...memberikan janji2 dan kekuatan2 pada manungso yang tengah
diperbudaknya.....keris2 dijamasi....tombak2 disajeni,ajian2 di
perbaharui dengan segala sesuatu sesuai perjanjiannya......
Semua Larut dalam suasana religi dan Mistis......
Bagi Orang2 yang beriman dan memiliki Iman yg kuat...pastilah bisa memilih mana yg lebih bermangpaat....
Apakah ikut larut dalam gegap gempitanya, kaum Setanis-setanis ataukah justru menghindar dan menjadi penonton saja.....
Tak bisa dipungkiri dan dihindari bahwa di setiap tempat saat ini
tengah mempersiapkan berbagai macem ancara malam nanti... dan tinggal
diri kita dan sanak kadang kita utk mensikapi hal ini......
Bolehlah jadi penonton...asal jangan jadi pemain....
Tak akan bisa kita menghindari kenyataan dalam mangsyarakat
luas......yg bisa kita lakuken hanyalah mensikapi dengan bijak
berlandaskan Iman dan Taqwa....
Semoga kita semua terhindar dari
hal2 yg mencelakakan kita....dan semoga Gusti Alloh yang Maha Besar
selalu melimpahkan rahmat-Nya dengan segala petunjuk2Nya bagi
kita............
Sekelumit Catetan dari Pendopo Gubug Pitutur.....smoga ada mangpa'atnya....suwun...
Jumat, 25 November 2011
KLENIK DAN BULAN SURO
Sehari
lagi kita masuk bulan Muharram. Wong Jowo bilang bulan Suro, gara-gara
ilat ndeso tak mampu melafalkan istilah Arab dengan benar. Dinamai Suro
karena di bulan Muharram ada satu hari yang bersejarah, yakni tanggal 10
Muharram. Tanggal ke Sepuluh bahasa Arabnya ‘Asyuro. Maka untuk
menandai bulan ini, wong Jowo menamainya dengan nama sasi (bulan) Suro.
Biasanya suasana pergantian tahun Masehi selalu diwarnai dengan
kemeriahan dan gegap gempita penuh harap. Tapi rupanya tak demikian
dengan suasana Tahun Baru Hijriyah ini. Yang ada adalah suasana penuh
keangkeran, wingit, mencekam dan beraroma klenik yang kental. Terutama
wong Jowo.
Tahun baru Hijriyah selalu diwarnai dengan mitos
seputar Nyi Roro Kidul, si Danyang Ratu Pantai Selatan. Lantas
bermunculanlah pamali-pamali yang njelehi dan tak masuk akal, namun
dipegang erat-erat oleh khalayak ramai yang konon cerdas, bagaikan 4
balon yang belum meletus di lagu Balonku Ada Lima.
Di Solo
tahun baru Hijriyah diwarnai dengan Parade Thawaf Kebo Bule Kyai Slamet,
yang telah ditunggu fans beratnya dari kalangan manusia yang histeris
untuk minta tanda tangan dan rebutan tahinya yang konon ampuh buat
mengusir penyakit, termasuk plu manuk. Simbah jadi heran, kalo yang
namanya bule kok mesti dipuji-puji lho. Dari orangnya, pemikiran, budaya
bahkan sampai kepada kebonya pun dielu-elukan bak berhala. Bener-bener
bulemania.
Di satu daerah di tlatah Wonogiri, ada satu goa yang
saat malam satu Suro ribuan manusia berjejal buat ngalap berkah di goa
wingit itu. Di Gunung Lawu, puluhan ribu manusia meramaikan lereng
gunung Lawu, buat ngalap berkah di satu sendang keramat yang ada di
sana. Wis, pokokmen. Pokoknya yang namanya demit, jin iprit, setan alas
kobar, danyang, tuyul, banaspati, dan segala makhluk-makhluk alien dari
negeri klenik, malam itu berpesta pora merayakan malam tahun Baru Islam
dengan dipuja-puji oleh muslimin yang konon bertauhid hanya menyembah
Allah yang Esa.
Ha kok bisa begitu tho? Apa yang salah dari
ajaran Tauhid? si Karto Ndableg, pernah menyampaikan satu teori
konspirasi. Konon ada upaya menglenikkan semua unsur yang bernapaskan
islam, sehingga nantinya Islam itu identik dengan dunia perdemitan yang
hung liwang-liwung itu. Misalnya, ritual perawatan jenassah dalam Islam
adalah dengan Pocong. Maka dibuatlah mitos-mitos tentang hantu pocong
untuk mendiskreditkan tatacara perawatan jenasah tersebut.
Yang
jelas, memang ajaran Islam yang memerintahkan umatnya untuk beriman
pada hal yang ghaib telah diselewengkan. Benihnya dari umat Islam
sendiri, unsur diluar Islam hanya menyuburkan saja. Ghaib dipahami
sebagai klenik… ini genah ngawur. Klenik itu takhayul, takhayul itu
khayal, khayal itu fiktif, fiktif itu bukan fakta… tak pantas diyakini.
Sementara hal yang ghaib yang harus diimani itu nyata, riil, dan
keberadaannya pasti. Masyarakat bahkan tak mampu membedakan mana yang
fiktif dan mana yang nyata-nyata ada.
Satu contoh lagi
penglenikan yang njelehi adalah mitos malam Jum’at. Jum’at adalah
sayidul ayyam. Rajanya hari, hari beribadahnya umat islam. Ha kok hari
raya baik begitu malah diwarnai dengan cerita-cerita pating klenyit ra
nggenah. Herannya umat Islam ngemplok bulet-bulet hal itu tanpa dicerna.
Seakan ya memang begitulah keadaannya.
Kebodohan yang sudah
masuk kategori jahil murokab itu seringkali malah didukung dengan
kata-kata, “Itulah tradisi adiluhung, yang pantas dilestarikan, karena
merupakan warisan peninggalan nenek moyang yang berharga.”
Di
era kapitalisme seperti saat ini, tradisi klenik merupakan aset. Bisa
meraup banyak dolar. Maka dibangkitkanlah kejahilan-kejahilan yang sudah
terpendam, dimunculkan ke permukaan demi menarik doku dari sakunya
turis nudis yang royal dollar. Dengan bangganya si anak pribumi bilang,
“Inilah budaya luhur kami mister.”
Di saat bangsanya si bule
bangun dari terlelapnya di dunia gelap mereka, bangsa ini malah kembali
terlelap di dunia gelap masa lalunya yang klenik. Si bule sudah asyik
ngelus-elus rudal berkepla nuklir, si klenik masih asyik njamasi pusaka
Keris kyai Gemblung, dimandiin, dikasih minyak wangi takut si keris
ngamuk kalo gak dimandiin. Si bule telah menjelajah melanglang angkasa,
si klenik masih asyik ngoprek kubur, nyuri kafan, makan daging mayit,
maling iket pocong… dlsb.
Yang parah, di saat si bule bersatu
padu dalam Uni Bule, si klenik berpecah belah dalam puluhan bahkan
ratusan aliran, sekte, madzhab dan perguruan. Menunggu-nunggu ratu adil,
satrio piningit, titisan Bung Karno, titisan Nyi Blorong, sambil
komat-kamit semoga keadaan berubah mak grembyang dengan hanya
duduk-duduk menanti kehadiran mereka.
Klenik selalu menyedihkan
dan membodohi. Kebodohan adalah mangsa bagi si pinter. Selama umat
Islam masih berkutat dengan klenik berkedok iman pada yang ghaib ini,
maka mereka hanya akan menjadi santapan bagi pemangsanya. Ini sudah
diramalkan oleh kanjeng Nabi.
Sekelumit Catetan dari Gubug Pitutur....smoga ada Mangpa'atnya....
Senin, 31 Oktober 2011
PUTUS ASA...
Assalamu'alaikum....ngopi....ngudud....ndongeng lagi ah....
Bosen ndak bosen...tetep Ndableg ndongeng heheh......
Sampeyan semua pasti pernah ngalami yang namanya putus asa atawa patah semangat atawa mutung....heheh..pastinya bukan mutung kasarung njehh....
Putus asa adalah satu beban jiwa yang bisa menimbulkan berbagai macem hal yang diakibatkan dari keputus asaan itu,,, bisa stress, ngedan, nggendeng, ngengkleng, sumeh bentar2 ngguyu mesam mesem dewe plengah-plengeh....wes pokoknya yang nganeh-nganehi......bisa juga menimbulkan tingkah laku yang hiper aktif...main dukun-dukunan...main santet, main pelet2tan sambil melet-melet....apalagi yg Rasa Cintanya di tolak mentah2...so pasti pedoman "Cinta di tolak Dukun Bertindak"...pastilah jadi senjata pamungkas untuk membuat si wanita itu terdzolimi......
" Wah...persis mbahh...persiss..plek...tenan......."
" Hladalahh....persis karo sopo to le....karo simbah opo yo...?"....
" Bukan mbah....sanes....., persis sama kang Karto Ndablegh.....saya sampe ngekek dewe liat tingkah polahe kok...mbah...."....
" Horo to...lha ada apa to...le...."..
" Nganu mbahh....kang Karto itu jian nganeh-nganehi kok mbah.....hla piye to mbah...hla wong jalan jalan pagi kok mung pake sempak...pake sepatu....pake dasi...ndak pake baju...qiqiqiqi.....sambil ngguya-ngguyu dewe....delok-delok..mimbik2 nangis...trus ngguyu maneh........jian...geliiiiiiisaya mbah......."
" Hwalahh....hwalah...kok sampek parah gitu..jan-jane ada apa to le.....?"
" Gini mbah..kalo saya denger dari simboknya.....kang karto itu kemaren kan ndaftar CPNS to mbah, tahap-demi tahap lolos mbah.....tinggal yg terakhir..eeee.. ndilalahnya kok gugur ndak mangsuk daftar yg diterima.....hla tiwasan sampe adol sapi..wedhus...sama tanah pninggalan bapake......setelah itu...tiap hari ngengkleng..ndak mau maka, minum...apalagi mandi mbah..."
" Astaghfirullohh.....gitu to....hladalahh....."..
Kejadian yang sejenis yg dialami si Karto Ndablegh itu tentu sering kita liat dan dengar, entah dari media maupun kerabat dan tetangga kita, dan bagi kita yg waras tentunya sangat memperihatinkan dan tentunya ndak mau bila sampe begitu...lak njeh to.....
Rasa Putus asa muncul karena antara lain di akibatkan adanya rasa depresi dan tidak terwujudnya suatu harapan yang terlalu menggebu-gebu. Ketidak terimaan atas kegagalan dari suatu keinginan...Pingin kaya...ndak kaya-kaya...akhirnya ngingu Thuyul, ngingu pesugihan dan Korupsi....
Kekecewaan atas kegagalan yang teramat sangat ini bisa mempengaruhi kejiwaan, kenalaran, kewarasan dan ketergangguan psikologisnya.....itu bisa terjadi pada siapa saja di luar kesadarannya... bahkan bisa berakibat yg lebih parah lagi..yaitu Bunuh Diri, Hara Kiri..ngendat... hwalah...hwalah...parah.....
Mangka dari itu bagi kita yang saat ini mingsih di beri kewarasan dan kenormalan, hendaknya dalam menginginkan sesuatu janganlah berlebihan..menggebu-gebu..ngoyo..ngotot dan ngeyel.... sebab ketika kita berlaku demikian, dorongan jiwa yg di domplengi setan demit iblis akan membutakan langkah dalam menghadapi kenyataan yang gagal.....
Dan ketika kita masih dalam tahap utk mengejar keinginan, selayaknyalah selalu berdo'a dan mohon petunjuk marang Gusti Alloh..selalu memasrahkan diri atas apapun hasilnya dan kehendak-Nya. Kegagalan pun adalah satu Cobaan. kegagalan bukanlah akhir dari cerita hidup kita... Selalu Sabar dan Ikhlas...serta sadar betul bahwa adanya keberhasilan pasti ada juga kegagalan...dan jadikan hal yag lumrah, hal yg biasa, hal yang membuat kita instropeksi atas kekurangan kita...
Kegagalan bukan akhir segalanya....masih banyak kesempatan kita utk mengulangnya dan mempelajari atas kegagalan itu utk menjadi suatu keberhasilan...
Selama ada usaha dari diri kita dan permohonan petunjuk pada Gusti Alloh...kegagalan akan membuahkan keberhasilan yang memuaskan..karena disitulah pintu rahmat yag telah dibukakan atas keberhasilan kita dari ujian-ujian-Nya...
Sekelumit Dongeng .....smoga ada mangpa'atnya....
Minggu, 30 Oktober 2011
POLYGAMI.....Hladalahh.....
Ndongeng dulu....smoga ndak mboseni...yg bosen monggo di lewati...yg demen..njeh terima kasih.....
Bingcara masalah Polygami ini.....
Polygami temtu saja bukan poly pantai atopun polysi apalagi polytron...
Hla ini......beberapa wektu yg lalu mangsalah polygami beritanya begitu ngetrend ato mencuat di segala bilik informasi baik lewat tipi, radio, internet dan segala bidang bahkan saat kita nongkrong dimana aja Polygami selalu asyik di bincangken baik di pinggir jalan maupun di warung kucingan yg biasa simbah tongkrongi....
Ada juga yg sampe eyel-eyelan, padu, bahkan sampe jotos-jotosan sangking gencarnya perbincangan mangsalah polygami.......
Adalah Karto Ndableg yg begitu antusias dan mendukung 100 persen perihal Polygami....hla bagemana ndak dukung..hla wong dia itu setiap ada cemlorot mambu cewek langsung pringas-pringis adol rai je....mangkanya begitu ada topik polygami...dia ada di barisan terdepan yg angkat tangan setungju....
" Mbah...Polygami itu kan malahan bagus to mbah daripada kita ngumbar nepsu yg asal klabruk...mbikin dosa to mbah....hla wong kanjeng Nabi saja Istrinya juga lebih dari satu je.....hla itu kan malah kita ngikuti sunnah Rosul to mbah.....hehhehehee..."
Hla ini...ini....kalimat terakhir dari kang Karto Ndableg itu selalu dijadiken alesan bagi masyarangkat luas utk meng amini yg namanya Polygami...
Terkadang mangsyarakat mendukung adanya polygami asal sengtuju atas dasar nepsu ngumbar cucakrowonya bebas nemplok kemana dia suka.... Bukan atas dasar kenapa dan mengapa serta bagemana Kanjeng Nabi berlaku demikian....
Hla wong kalo kita liat dari kisah2nya yg diperistri beliau itu kebanyakan bukan prawan ting-ting atopun janda yg bahenol...... beliau berlaku demikian bukanlah atas dasar ngumbar nepsu....APABILA beliau memang berdasar ngumbar syahwat dan pada wektu itu beliau adalah tokoh khasismatik dan pemimpin Islam..tentunya bukan hal yg sulit bagi beliau utk ngrenteng berpuluh-puluh wanita yg masih prawan ting-ting dan pastilah wegah wal emoh ngambus yg namanya janda2 tua...
Akan tetapi Rasulullah semata-mata didasari faktor agama dan bukanlah untuk kepentingan dunia. Pernikahan itu dilangsungkan untuk suatu hikmah dan bukan untuk menuruti hawa nafsu belaka. . Pernikahan itu pula untuk mengokohkan, memperkuat dan menyebarkan dakwah dan bukan untuk bersenang- senang, menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi ataupun hanya sekedar suatu hobi memperbanyak isteri saja. Kemudian pernikahan beliau selanjutnya semata-mata adalah untuk kebaikan
Islam dan kaum muslimin.
Kadang pernikahan itu sengaja dilakukan oleh Nabi demi untuk menambah keakraban orang yang sangat dekat di hatinya, kadang pula demi untuk menambah kecintaan mereka yang sangat dicintainya. Dan pada kali yang lain pernikahan itu bertujuan untuk melunakkan hati orang-orang yang sedang dijinakkan untuk menerima agama Islam, sedangkan pada kesempatan yang lain lagi pernikahan itu bermaksud untuk menambah keikhlasan kepada Allah dan Rasul-Nya bagi mereka yang sejak awalnya telah berlaku ikhlas. Hla kalo yg terjadi sekarang kan bukan atas dasar seperti yg beliau maksudkan....Dan dalam hal inipun kanjeng nabi telah berpesan utk mengantisipasi umatnya dalam hal ini
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-
wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”
" Walah mbahh....yang penting kan kita njalani sunnah beliau to mbah..." eyel kang Karto Ndableg yg memang ndableg kelakuannya...
" Wah..jian...jian wong iki angel kandanane..."
"Bgini le.....hla wong sampeyan istri satu wae tiap hari ngunjuk kopinya ndompleng terus, istri sampeyan yg klibetan nyari uang, sampeyan mung tongkrang-tongkrong udad udud thok... hla kok mau mpolygami ...hla po rak malah nyengsarakke istri2 sampeyan nantinya.... yg dipikiran sampeyan itu bukan dasar sunnahnya tapi cuman nuruti syahwat sampeyan..."
Gusti Alloh pun sudah mperingatkan di dalem Surat An-Nisa’ 129:“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu Mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
"Hmmm ngono yo mbah......"
"Lha iyo to le......hla wong rasane, bentuke, obahe kan sama to kang...ngibadah lagi...kan mendingan sama istri sampeyan yg setiap saat tinggal kasih kode...lampune mati'in kemulan bareng.......podo karo liyane le...."...
"Ho'oh yo mbah......hyo wes tak muleh dulu mbah...he...he..mo sunnah rosul yg mbarokahi....njenengan mara-marai kok mbah...."
"Dasar Karto Ndableg.....yo memang ndableg..... wes kono...raksah lirak lirik lagi...."
Cekap semanten ......smoga ada mangpa'atnya, selamat pagi...Assalamu'alaikum..
Bingcara masalah Polygami ini.....
Polygami temtu saja bukan poly pantai atopun polysi apalagi polytron...
Hla ini......beberapa wektu yg lalu mangsalah polygami beritanya begitu ngetrend ato mencuat di segala bilik informasi baik lewat tipi, radio, internet dan segala bidang bahkan saat kita nongkrong dimana aja Polygami selalu asyik di bincangken baik di pinggir jalan maupun di warung kucingan yg biasa simbah tongkrongi....
Ada juga yg sampe eyel-eyelan, padu, bahkan sampe jotos-jotosan sangking gencarnya perbincangan mangsalah polygami.......
Adalah Karto Ndableg yg begitu antusias dan mendukung 100 persen perihal Polygami....hla bagemana ndak dukung..hla wong dia itu setiap ada cemlorot mambu cewek langsung pringas-pringis adol rai je....mangkanya begitu ada topik polygami...dia ada di barisan terdepan yg angkat tangan setungju....
" Mbah...Polygami itu kan malahan bagus to mbah daripada kita ngumbar nepsu yg asal klabruk...mbikin dosa to mbah....hla wong kanjeng Nabi saja Istrinya juga lebih dari satu je.....hla itu kan malah kita ngikuti sunnah Rosul to mbah.....hehhehehee..."
Hla ini...ini....kalimat terakhir dari kang Karto Ndableg itu selalu dijadiken alesan bagi masyarangkat luas utk meng amini yg namanya Polygami...
Terkadang mangsyarakat mendukung adanya polygami asal sengtuju atas dasar nepsu ngumbar cucakrowonya bebas nemplok kemana dia suka.... Bukan atas dasar kenapa dan mengapa serta bagemana Kanjeng Nabi berlaku demikian....
Hla wong kalo kita liat dari kisah2nya yg diperistri beliau itu kebanyakan bukan prawan ting-ting atopun janda yg bahenol...... beliau berlaku demikian bukanlah atas dasar ngumbar nepsu....APABILA beliau memang berdasar ngumbar syahwat dan pada wektu itu beliau adalah tokoh khasismatik dan pemimpin Islam..tentunya bukan hal yg sulit bagi beliau utk ngrenteng berpuluh-puluh wanita yg masih prawan ting-ting dan pastilah wegah wal emoh ngambus yg namanya janda2 tua...
Akan tetapi Rasulullah semata-mata didasari faktor agama dan bukanlah untuk kepentingan dunia. Pernikahan itu dilangsungkan untuk suatu hikmah dan bukan untuk menuruti hawa nafsu belaka. . Pernikahan itu pula untuk mengokohkan, memperkuat dan menyebarkan dakwah dan bukan untuk bersenang- senang, menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi ataupun hanya sekedar suatu hobi memperbanyak isteri saja. Kemudian pernikahan beliau selanjutnya semata-mata adalah untuk kebaikan
Islam dan kaum muslimin.
Kadang pernikahan itu sengaja dilakukan oleh Nabi demi untuk menambah keakraban orang yang sangat dekat di hatinya, kadang pula demi untuk menambah kecintaan mereka yang sangat dicintainya. Dan pada kali yang lain pernikahan itu bertujuan untuk melunakkan hati orang-orang yang sedang dijinakkan untuk menerima agama Islam, sedangkan pada kesempatan yang lain lagi pernikahan itu bermaksud untuk menambah keikhlasan kepada Allah dan Rasul-Nya bagi mereka yang sejak awalnya telah berlaku ikhlas. Hla kalo yg terjadi sekarang kan bukan atas dasar seperti yg beliau maksudkan....Dan dalam hal inipun kanjeng nabi telah berpesan utk mengantisipasi umatnya dalam hal ini
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-
wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.”
" Walah mbahh....yang penting kan kita njalani sunnah beliau to mbah..." eyel kang Karto Ndableg yg memang ndableg kelakuannya...
" Wah..jian...jian wong iki angel kandanane..."
"Bgini le.....hla wong sampeyan istri satu wae tiap hari ngunjuk kopinya ndompleng terus, istri sampeyan yg klibetan nyari uang, sampeyan mung tongkrang-tongkrong udad udud thok... hla kok mau mpolygami ...hla po rak malah nyengsarakke istri2 sampeyan nantinya.... yg dipikiran sampeyan itu bukan dasar sunnahnya tapi cuman nuruti syahwat sampeyan..."
Gusti Alloh pun sudah mperingatkan di dalem Surat An-Nisa’ 129:“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. dan jika kamu Mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), Maka Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
"Hmmm ngono yo mbah......"
"Lha iyo to le......hla wong rasane, bentuke, obahe kan sama to kang...ngibadah lagi...kan mendingan sama istri sampeyan yg setiap saat tinggal kasih kode...lampune mati'in kemulan bareng.......podo karo liyane le...."...
"Ho'oh yo mbah......hyo wes tak muleh dulu mbah...he...he..mo sunnah rosul yg mbarokahi....njenengan mara-marai kok mbah...."
"Dasar Karto Ndableg.....yo memang ndableg..... wes kono...raksah lirak lirik lagi...."
Cekap semanten ......smoga ada mangpa'atnya, selamat pagi...Assalamu'alaikum..
Kamis, 27 Oktober 2011
JANGAN MARAH LHO....
Saling mengingatkan adalah kewajiban bagi kita selaku umat
Islam, Mengingatkan akan suatu kesalahan pada orang lain akan menuai
berbagai tanggapan..terlebih lagi bagi si pelaku yang jelas2
salah..terus kita ingatkan..bisa jadi suatu permasalahan, bahkan akan
berbuntut panjang dengan ketidak terima'an dia akan per ingata an kita,
bisa jadi malah dia menghardik kita dan melakukan pembela'an atas
kesalahannya dengan argumen apapun yg bisa dia gunakan...
" Wahh...njeh leress...mbah...spti yg terjadi kemaren mbah....itu kang Karto Ndableg, hla jelas2 dia nyalahi orang...terus tak ingatke....hladalah malah saya di onek-onekkan je..." Kwe ngerti opo to lee....!!! wes kono angon wedhus ndisik...cah bayi hla kok ngandan-ngandani wong tuwo....tak kethak sisan kwe..." bgitu mbah...malah saya di arep di balang watu kok mbah....hla malyu to saya....."
" He..he..he...jian-jian si Karto kae memang bgitu kok...Ndableghh....., hla emange piye to Le...critane....?"
" Gini mbahh....mbahe kan tau to itu si Darmi anaknya lek Darmo.....yg di isukan mangsarakat ini dan itu...wes pokoknya yang ndak bener lah.....hla itu, hla wong kang karto itu belum tahu betul kabar ceritanya betul ato tidaknya...hla kok si Darmi di katat-katai sak penak udelnya......dan Pereklah, Jabalay lah, gundik lah, Bispak lah...wah pokoknya yang bikin miris dan saya kan kasian to...ndengerke itu...."
" Hmm...hla teruss....?"
" Hla terus tak bilangin to...Kang la mbok yo jang ngata-ngata'in gitu, hla wong sampeyan wae ndak ngerti jluntrungnya, bener tidaknya, mbok jangan begitu...kan lebih baik di tanya dulu bener tidaknya...terus di kandani di tuturi dijak jalan sing bener kalo Darmi itu memang begitu...., Hla kalo isu itu ndak bener,,...kan sampeyan malah nyakitin hati to, pedes lho kang....sampe tujuh turunan wae si Darmi pasti inget lho sama omongan sampeyan......."
" Terus Le....?"
" Hladalahh....mbah...saya malah gantian di onek-onekkan kok..di pisuh-pisuhi..sak penak wudel nya dia.....apa mungkin saya lebih muda dari dia..trus dia ndak terima tak kandani yo mbahh....hla wong sekarang sdh jamannya Kebo nyusus Gudel, sapi nyusu pedhet, sampe Mbah-mbah nyusu cah bayi kok......lak njeh to mbah......"
" Hwalaahh....tekan Mbah-mbah Nyusus cah bayi barang...to lee...le....nyindir aku yo...jian kurang ajar kwe......."
" Hlo...bntar...bntar...mbah...hla kok malah sewot, prengat-prengut, ngedumel gitu to mbah..., maksude itu banyak orang2 tua yang malah ndak ngerti teknologi, ilmu pengetahuan...terus tanya minta diwarahi sama putunya je...., Ora arti sak beneri...terus wong tuwo ngudel-ngudel bajune cah prawan terus minta mik cucu...ndak bgitu mbah.......hihihihiii...tapi ya ono ding....hik...hik...hik...."
" Dasar...cah edyan kwe.....wes ndang mingkem...ngoceh wae.....gantian....!!"
Seperti apa yang dialami si Thole tadi.... memang terkadang suatu perbuatan baik yg ingin kita kerjakan..banyak sandungannya, banyak tantangannya, dan banyak tanggapan2 yg pro dan kontra...yang pro..pasti membenarkan, dan yang kontra pastilah menentang dan berargumen sebisa mungkin utk membenarkan yg jelas salah... oleh karena disini kita sdh kadung tertanam sikap ewuh pekewuh, sendiko dawuh, manut omongan sing kita anggap punya pengaruh.....dan lain sebagainya membuat kebenaran kita terkurung dengan tradisi itu...Seorang Pejabat, Mentri, Kyai bahkan Presiden sekalipun tetep manusia to...yg ndak mungkin bener terus selamanya..pastilah ada salah-salahnya juga... sama seperti kita...salah dan benarnya kita itu yg menilai orang lain...bukan kita sendiri yg menilai..arogan itu namanya...pek benere dewe, pek menange dewe.....
Hla kalo kita nyadar punya sipat salah dan bener...hla mbok yo jangan marah aplagi sampe mbentak, nyerang balik dan len-laen ketika ada yang mengingatkan kita, malah lebih bijak kita mawas diri dan berterima kasih ada yang ngingetke...., itu masih sesama manungsia yg ngingetke...hla kalo Gusti Alloh yg ngingetke.....lak yo kujur to kita....
Mangkanya...jangan anggap kritikan orang itu jadi penghalang kita, akan lebih bijak bila dijadiken bahan utk suatu pembenaran....Berkacalah pada kaca retak, sebab sampeyan akan tahu berbagai macam bentuk, jangan berkaca pada kaca utuh, pastilah sampeyan hanya melihat diri sampeyan sendiri .......heheh...ini cuma kiasan lho.... hla kalo Macak pingin ayu pingin dandan wajah terus pake kaca yg retak...lak yo malah pating temblong rak karuan to....
Cekap semanten...smoga ada mangpa'atnya...Assalamu'alaikum....
" Wahh...njeh leress...mbah...spti yg terjadi kemaren mbah....itu kang Karto Ndableg, hla jelas2 dia nyalahi orang...terus tak ingatke....hladalah malah saya di onek-onekkan je..." Kwe ngerti opo to lee....!!! wes kono angon wedhus ndisik...cah bayi hla kok ngandan-ngandani wong tuwo....tak kethak sisan kwe..." bgitu mbah...malah saya di arep di balang watu kok mbah....hla malyu to saya....."
" He..he..he...jian-jian si Karto kae memang bgitu kok...Ndableghh....., hla emange piye to Le...critane....?"
" Gini mbahh....mbahe kan tau to itu si Darmi anaknya lek Darmo.....yg di isukan mangsarakat ini dan itu...wes pokoknya yang ndak bener lah.....hla itu, hla wong kang karto itu belum tahu betul kabar ceritanya betul ato tidaknya...hla kok si Darmi di katat-katai sak penak udelnya......dan Pereklah, Jabalay lah, gundik lah, Bispak lah...wah pokoknya yang bikin miris dan saya kan kasian to...ndengerke itu...."
" Hmm...hla teruss....?"
" Hla terus tak bilangin to...Kang la mbok yo jang ngata-ngata'in gitu, hla wong sampeyan wae ndak ngerti jluntrungnya, bener tidaknya, mbok jangan begitu...kan lebih baik di tanya dulu bener tidaknya...terus di kandani di tuturi dijak jalan sing bener kalo Darmi itu memang begitu...., Hla kalo isu itu ndak bener,,...kan sampeyan malah nyakitin hati to, pedes lho kang....sampe tujuh turunan wae si Darmi pasti inget lho sama omongan sampeyan......."
" Terus Le....?"
" Hladalahh....mbah...saya malah gantian di onek-onekkan kok..di pisuh-pisuhi..sak penak wudel nya dia.....apa mungkin saya lebih muda dari dia..trus dia ndak terima tak kandani yo mbahh....hla wong sekarang sdh jamannya Kebo nyusus Gudel, sapi nyusu pedhet, sampe Mbah-mbah nyusu cah bayi kok......lak njeh to mbah......"
" Hwalaahh....tekan Mbah-mbah Nyusus cah bayi barang...to lee...le....nyindir aku yo...jian kurang ajar kwe......."
" Hlo...bntar...bntar...mbah...hla kok malah sewot, prengat-prengut, ngedumel gitu to mbah..., maksude itu banyak orang2 tua yang malah ndak ngerti teknologi, ilmu pengetahuan...terus tanya minta diwarahi sama putunya je...., Ora arti sak beneri...terus wong tuwo ngudel-ngudel bajune cah prawan terus minta mik cucu...ndak bgitu mbah.......hihihihiii...tapi ya ono ding....hik...hik...hik...."
" Dasar...cah edyan kwe.....wes ndang mingkem...ngoceh wae.....gantian....!!"
Seperti apa yang dialami si Thole tadi.... memang terkadang suatu perbuatan baik yg ingin kita kerjakan..banyak sandungannya, banyak tantangannya, dan banyak tanggapan2 yg pro dan kontra...yang pro..pasti membenarkan, dan yang kontra pastilah menentang dan berargumen sebisa mungkin utk membenarkan yg jelas salah... oleh karena disini kita sdh kadung tertanam sikap ewuh pekewuh, sendiko dawuh, manut omongan sing kita anggap punya pengaruh.....dan lain sebagainya membuat kebenaran kita terkurung dengan tradisi itu...Seorang Pejabat, Mentri, Kyai bahkan Presiden sekalipun tetep manusia to...yg ndak mungkin bener terus selamanya..pastilah ada salah-salahnya juga... sama seperti kita...salah dan benarnya kita itu yg menilai orang lain...bukan kita sendiri yg menilai..arogan itu namanya...pek benere dewe, pek menange dewe.....
Hla kalo kita nyadar punya sipat salah dan bener...hla mbok yo jangan marah aplagi sampe mbentak, nyerang balik dan len-laen ketika ada yang mengingatkan kita, malah lebih bijak kita mawas diri dan berterima kasih ada yang ngingetke...., itu masih sesama manungsia yg ngingetke...hla kalo Gusti Alloh yg ngingetke.....lak yo kujur to kita....
Mangkanya...jangan anggap kritikan orang itu jadi penghalang kita, akan lebih bijak bila dijadiken bahan utk suatu pembenaran....Berkacalah pada kaca retak, sebab sampeyan akan tahu berbagai macam bentuk, jangan berkaca pada kaca utuh, pastilah sampeyan hanya melihat diri sampeyan sendiri .......heheh...ini cuma kiasan lho.... hla kalo Macak pingin ayu pingin dandan wajah terus pake kaca yg retak...lak yo malah pating temblong rak karuan to....
Cekap semanten...smoga ada mangpa'atnya...Assalamu'alaikum....
Langganan:
Postingan (Atom)




